Jalur Mudik Jambi Disiapkan, 22 Alat Berat Siaga di Titik Rawan

CiciTvJambi.com – Potensi gangguan di jalur mudik tak lagi dianggap sepele. Pemerintah Provinsi Jambi memilih bersiap lebih awal, terutama di titik-titik yang selama ini dikenal rawan longsor. Targetnya jelas: jalur mudik Jambi aman saat arus kendaraan mulai memuncak.

Instruksi datang langsung dari Gubernur Jambi, Al Haris, dalam rapat koordinasi pengamanan Idul Fitri 2026. Fokusnya bukan seremoni, melainkan kesiapan konkret di lapangan.

“Saya minta Dinas PU menempatkan alat berat di titik-titik rawan bencana agar jika terjadi longsor bisa segera ditangani,” tegasnya.

Arahan itu langsung ditindaklanjuti. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi menyiapkan 22 unit alat berat yang disebar ke sejumlah jalur strategis. Jenisnya beragam, mulai dari backhoe loader, motor grader, vibro roller hingga dump truck—semuanya disiapkan untuk respon cepat jika terjadi gangguan.

Berita lainnya :  Gubernur Al Haris Tinjau PLTA Danau Kerinci, Tebar 10.000 Benih Ikan

Langkah ini bukan tanpa alasan. Di beberapa ruas, potensi longsor dan kerusakan jalan masih jadi ancaman klasik setiap musim mudik. Tanpa alat berat di lokasi, penanganan bisa memakan waktu lebih lama dan berdampak pada kemacetan panjang.

Di sisi lain, perbaikan jalan juga dikebut. Sejumlah wilayah prioritas seperti Tanjung Jabung Timur, Tebo, Batang Hari, Sarolangun, Merangin hingga Bungo masuk dalam daftar penanganan intensif. Ruas-ruas ini dikenal sebagai jalur vital yang kerap dilalui pemudik.

Selain perbaikan fisik, ada langkah sederhana tapi krusial: tebas bayang. Vegetasi di sisi jalan dibersihkan untuk mencegah penyempitan badan jalan sekaligus membuka jarak pandang pengendara. Upaya ini sering dianggap kecil, padahal dampaknya langsung terasa di lapangan.

Total panjang jalan provinsi di Jambi mencapai 1.183,78 kilometer. Saat ini, sebanyak 50 ruas jalan sedang dikerjakan secara bersamaan. Targetnya selesai sebelum puncak arus mudik—waktu yang biasanya jadi titik paling rentan.

Berita lainnya :  Wabup Hadiri Pelantikan DPD Tani Merdeka Muaro Jambi

Untuk memastikan respons tetap cepat, posko mudik juga disebar di berbagai titik. Mulai dari Kota Jambi, Muaro Jambi, Batang Hari, Tanjung Jabung Timur, Sarolangun, Merangin, Sungai Penuh, Kerinci, Tebo hingga Bungo. Posko ini bukan sekadar formalitas, tapi menjadi pusat koordinasi jika terjadi gangguan di lapangan.

Dengan kombinasi alat berat siaga, perbaikan jalan, dan posko pengamanan, skenario yang disiapkan cukup jelas: gangguan boleh terjadi, tapi tidak boleh berlarut-larut.

Optimisme pun disampaikan Dinas PUTR. Infrastruktur diyakini lebih siap menghadapi lonjakan mobilitas Lebaran tahun ini. Tapi pada akhirnya, ujian sebenarnya tetap ada di lapangan—ketika volume kendaraan meningkat dan tekanan terhadap jalan mencapai puncaknya.