CiciTvJambi.com, JAMBI – Proses transformasi Bank Jambi dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem perbankan daerah di tengah persaingan industri keuangan yang semakin ketat.
Pengamat perbankan daerah, Laila Farhat, menegaskan kondisi Bank Jambi saat ini masih stabil dan terkendali. Menurut Laila Farhat, dinamika yang berkembang tidak tepat disebut sebagai krisis, melainkan bagian dari transformasi Bank Jambi menuju sistem yang lebih modern dan profesional.
“Kalau kita melihat indikator perbankan secara objektif, aktivitas operasional Bank Jambi masih berjalan normal. Pelayanan nasabah tetap berlangsung, transaksi keuangan tetap aktif, fungsi penghimpunan dana dan penyaluran kredit juga masih berjalan. Jadi ini bukan krisis, tetapi proses transformasi menuju sistem yang lebih baik,” ujarnya.
Laila Farhat menjelaskan transformasi Bank Jambi terlihat dari sejumlah pembenahan internal, mulai dari penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan efisiensi operasional, hingga modernisasi layanan berbasis digital.
Selain itu, pembaruan juga mencakup peningkatan manajemen risiko guna menjaga daya saing di tengah perubahan cepat sektor jasa keuangan.
Menurut Laila Farhat, langkah tersebut menjadi kebutuhan agar Bank Jambi tidak hanya bertahan sebagai bank pembangunan daerah, tetapi mampu berkembang menjadi institusi keuangan regional yang lebih modern dan terpercaya.
“Perbankan sekarang berubah sangat cepat. Bank daerah tidak bisa lagi hanya mengandalkan sistem lama. Karena itu modernisasi layanan, digitalisasi transaksi, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan pengawasan internal menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis perbankan,” katanya.
Secara fundamental, Laila Farhat menilai Bank Jambi masih memiliki basis usaha yang kuat, didukung oleh aktivitas ekonomi daerah, aparatur sipil negara, pemerintah daerah, serta pelaku UMKM.
Kemampuan menjaga layanan operasional dan stabilitas transaksi disebut menjadi indikator bahwa kondisi bank tetap terkendali di tengah proses transformasi Bank Jambi yang berlangsung.
“Dalam industri perbankan, kepercayaan publik memang penting. Tetapi ukuran utama kesehatan bank tetap pada kemampuan menjalankan fungsi intermediasi, menjaga likuiditas, dan mempertahankan pelayanan kepada masyarakat. Saya melihat fungsi-fungsi itu masih berjalan baik di Bank Jambi,” tegasnya.
Laila Farhat juga mengajak masyarakat untuk tetap rasional dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang, serta mendukung proses transformasi agar Bank Jambi semakin kuat dan adaptif.
“Transformasi memang sering menimbulkan dinamika, tetapi itu bagian dari proses menuju institusi yang lebih kuat. Yang paling penting sekarang adalah menjaga tata kelola, transparansi, dan konsistensi pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.









