CiciTvJambi.com – Tahun Baru Islam 1 Muharram bukan sekadar penanda pergantian kalender Hijriah. Bagi umat Islam, momentum ini menjadi ruang refleksi tentang hijrah, perubahan, pengabdian, serta komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Nilai-nilai itulah yang hingga kini terus melekat pada sosok Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M.
Di tengah dinamika pembangunan kota yang terus berkembang, Maulana dikenal sebagai figur yang lahir dari lingkungan religius dan memiliki latar belakang pendidikan keagamaan yang kuat. Sosoknya tidak hanya dikenal sebagai dokter dan birokrat, tetapi juga sebagai seorang santri yang kerap menyampaikan pesan-pesan keagamaan dalam berbagai kesempatan.
Bagi Maulana, nilai-nilai yang diperoleh dari dunia pesantren tidak berhenti pada aspek ibadah semata. Nilai tersebut menjadi landasan dalam membangun kepemimpinan yang menempatkan pelayanan, kepedulian sosial, kejujuran, serta keberpihakan kepada masyarakat sebagai prioritas utama.
Semangat itulah yang kemudian diterjemahkan dalam visi Kota Jambi Bahagia, yakni Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera.
Dalam momentum Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Jambi ke-80 dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625 beberapa waktu lalu, Maulana memaparkan berbagai capaian pembangunan yang berhasil diraih selama 462 hari masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha.
Berbagai capaian tersebut menjadi gambaran bagaimana nilai-nilai kepemimpinan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat diwujudkan dalam program-program nyata.
Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota Jambi berhasil memperoleh dukungan pembiayaan pembangunan sebesar Rp1,96 triliun. Selain itu, investasi yang masuk ke Kota Jambi mencapai Rp1,32 triliun.
Dari sisi fiskal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi meningkat signifikan dari Rp455,25 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp615,08 miliar pada tahun 2025 atau tumbuh sebesar 35,11 persen. Peningkatan tersebut turut mendorong kenaikan APBD Kota Jambi menjadi Rp2,013 triliun atau meningkat 14,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tak hanya dari sisi keuangan daerah, capaian pembangunan juga terlihat pada berbagai indikator kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi Kota Jambi meningkat dari 4,88 persen menjadi 5,13 persen. Pendapatan per kapita masyarakat naik dari Rp68,5 juta menjadi Rp73,6 juta per tahun. Ketimpangan ekonomi yang diukur melalui indeks gini berhasil ditekan dari 0,395 menjadi 0,339.
Sementara itu, angka kemiskinan berhasil diturunkan dari 7,73 persen menjadi 7,69 persen. Tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan dari 7,38 persen menjadi 7,08 persen.
Di bidang pembangunan manusia, Kota Jambi mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 82,32 dan masuk kategori sangat tinggi. Angka tersebut menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat dari aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Bagi Maulana, pembangunan tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok tertentu. Karena itu, berbagai program sosial terus diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui Program Kartu Bahagia, Pemerintah Kota Jambi memperluas perlindungan sosial dengan menambah 8.660 peserta baru BPJS Ketenagakerjaan. Mereka terdiri dari pekerja rentan, petugas keagamaan, sekretaris RT, pekerja OPBM, hingga petugas rumah ibadah.
Dengan penambahan tersebut, total penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan di Kota Jambi kini mencapai 15.740 orang.
Program tersebut dinilai selaras dengan semangat keadilan sosial yang selama ini menjadi bagian dari nilai-nilai yang diajarkan dalam tradisi pesantren, yakni memastikan masyarakat kecil memperoleh perlindungan dan rasa aman dalam bekerja.
Tidak hanya itu, di sektor kesehatan Pemerintah Kota Jambi juga berhasil mempertahankan cakupan Universal Health Coverage (UHC) hingga 100 persen. Artinya, seluruh masyarakat Kota Jambi memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang lebih mudah dan terjamin.
Pemerintah Kota Jambi juga memberikan dukungan bagi pasien yang harus menjalani pengobatan rujukan ke luar daerah. Selain itu, program khitanan gratis bagi warga kurang mampu terus dilaksanakan melalui kerja sama dengan Baznas Kota Jambi.
Di bidang pendidikan, perhatian terhadap generasi muda juga menjadi salah satu fokus utama. Sebanyak 2.013 siswa kurang mampu jenjang SD dan SMP mendapatkan beasiswa pendidikan.
Pemerintah Kota Jambi juga melanjutkan revitalisasi satuan pendidikan serta menyiapkan pembangunan dua sekolah baru yang telah memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat.
Sebagai seorang santri, Maulana meyakini bahwa pendidikan merupakan investasi terbesar bagi masa depan daerah. Karena itu, pembangunan sumber daya manusia ditempatkan sejajar dengan pembangunan fisik.
Momentum Tahun Baru Islam juga menjadi pengingat tentang pentingnya nilai gotong royong dan kebersamaan. Nilai tersebut tercermin dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat yang terus dikembangkan Pemerintah Kota Jambi melalui Program Kampung Bahagia.
Program ini tidak hanya mendorong pembangunan infrastruktur lingkungan, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Di bidang keamanan, Pemerintah Kota Jambi juga terus memperkuat sistem pengawasan lingkungan melalui pemasangan lebih dari 1.100 CCTV yang terintegrasi dengan Jambi City Operation Center (JCOC) selama 24 jam.
Berbagai capaian tersebut membawa Kota Jambi meraih puluhan penghargaan tingkat nasional dan internasional. Pada tahun 2025, Pemerintah Kota Jambi berhasil memperoleh 36 penghargaan. Hingga pertengahan tahun 2026, Kota Jambi kembali meraih 15 penghargaan bergengsi, termasuk penghargaan Universal Health Coverage 100 persen, penghargaan penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan terbaik tingkat kabupaten/kota se-Indonesia, serta peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi menjadi kategori A-.
Bagi Maulana, seluruh capaian tersebut bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari sinergi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Kota Jambi.
Dalam semangat Tahun Baru Islam, Maulana mengajak masyarakat menjadikan momentum hijrah sebagai semangat untuk terus bergerak menuju perubahan yang lebih baik.
Karena pada hakikatnya, nilai-nilai yang diajarkan seorang santri tidak hanya diwujudkan dalam ceramah dan ibadah, tetapi juga melalui kerja nyata, pelayanan kepada masyarakat, serta upaya menghadirkan kesejahteraan bagi sesama.
Di situlah Maulana berusaha memaknai kepemimpinannya di Kota Jambi, menjadikan nilai agama sebagai inspirasi untuk membangun kota yang lebih maju, harmonis, agamis, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.












