CiciTvJambi.com, Tanjung Jabung Timur – Komitmen Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Dillah Hikmah Sari dan Muslimin Tanja, untuk menunaikan janji politik kembali dibuktikan. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang turut berdampak ke daerah, pasangan kepala daerah tersebut tetap merealisasikan program prioritas yang dijanjikan kepada masyarakat.
Pada Selasa (30/12/2025), Dillah Hikmah Sari dan Muslimin Tanja menyerahkan langsung satu unit kapal motor berkapasitas 16 Gross Ton (GT) kepada pengurus Koperasi Nelayan Ridho Lestari Ibu di Desa Lambur Luar, Kecamatan Muara Sabak Timur. Kapal tersebut diberi nama KM Tanjab Timur Merata 01 dan merupakan pengadaan Tahun Anggaran 2025.
Program kapal nelayan sejatinya dijanjikan berkapasitas 10 GT saat masa kampanye Pilkada lalu. Namun dalam realisasinya, pemerintah daerah mampu menghadirkan kapal dengan ukuran lebih besar, yakni 16 GT. Kapasitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya jelajah serta volume hasil tangkapan nelayan.
Program kapal nelayan menjadi salah satu janji politik utama Dillah Hikmah Sari dan Muslimin Tanja yang sempat menjadi topik perdebatan dalam kontestasi Pilkada. Dillah Hikmah Sari menilai armada yang lebih besar dan modern merupakan kunci untuk mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan.
“Kita harus berani melangkah lebih maju. Nelayan kita harus punya daya juang dan daya saing yang tangguh, strategi mendongkrak kesejahteraan nelayan dengan tetap menggunakan pompong jelas belum terbukti efekti. Karena itu kami akan memfasilitasi perubahan tersebut,” ucap Dillah Hikmah Sari saat debat kandidat.
Dalam penyerahan bantuan, Dillah Hikmah Sari berpesan agar kapal 16 GT tersebut dimanfaatkan secara maksimal dan profesional. Kapal tersebut diharapkan tidak hanya beroperasi di wilayah tangkap terdekat, tetapi mampu menjangkau area yang lebih luas untuk meningkatkan hasil nelayan. KM Tanjab Timur Merata 01 juga diproyeksikan menjadi percontohan bagi kelompok nelayan lainnya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Hendri, menyampaikan bahwa sebelum kapal diserahkan, anggota koperasi telah dibekali pelatihan teknis dan keselamatan pengoperasian kapal. Pelatihan tersebut melibatkan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Medan Belawan.
“Seluruh anggota kelompok penerima bantuan Insya Allah sudah siap mengoperasikan kapal ini. Mereka sudah kita beri pelatihan sebagai upaya penguatan SDM dalam memanfaatkan kapal,” kata Hendri.
Hendri juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 pemerintah daerah memproyeksikan pengadaan satu unit kapal serupa. Apabila kemampuan keuangan daerah mencukupi, penambahan unit kapal juga akan diupayakan melalui perubahan APBD 2026.
Sebelum merealisasikan program kapal nelayan, Dillah Hikmah Sari dan Muslimin Tanja tercatat telah menunaikan sejumlah janji politik lainnya. Di antaranya pembangunan tanggul yang terealisasi melampaui target, bantuan seragam siswa, penyediaan layanan kedaruratan Call Center 112, pembangunan kawasan pesisir, perluasan akses air bersih, penambahan lampu penerangan, hingga pemenuhan layanan kesehatan gratis. Cakupan Universal Health Coverage (UHC) kepesertaan BPJS di Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga telah mencapai 100 persen.
Alumni Lemhannas PPSA XVIII, Mursyid Sonsang, menilai program kapal nelayan tersebut sebagai terobosan strategis yang memiliki dampak berlapis. Menurut Mursyid Sonsang, kebijakan tersebut menunjukkan konsistensi antara janji dan pelaksanaan.
“Nilai politisnya menepati janji politik yang saat kampnye dijanjikan ke rakyat. Nilai Ekonomis menaikkan taraf hidup para nelayan. Nilai Strategis agar laut kita terjaga dari rampokan nelayan negara tetangga. Karena daya jelajah kapal ini ke laut lepas,” jelas Ketua PWI Provinsi Jambi periode 2007–2017 tersebut.
Mursyid Sonsang menambahkan, di tengah efisiensi anggaran, kepala daerah dituntut mampu menentukan prioritas. “Janji politik apa yang harus dilaksanakan dahulu, program yang menyentuh hidup orang banyak,” tegas pendiri SMSI dan JMSI Pusat itu.











