CiciTvJambi.com – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur memantapkan rencana penguatan hilirisasi kelapa dalam sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Langkah tersebut ditempuh untuk mendorong kesejahteraan petani sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru melalui pengembangan industri turunan kelapa.
Keseriusan tersebut ditunjukkan Bupati Tanjung Jabung Timur Dillah Hikmah Sari dengan menemui Kementerian Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dalam pertemuan dengan Direktur Pembangunan Indonesia Barat, Dr. Jayadi, Selasa, 27 Januari 2026, Dillah Hikmah Sari meminta dukungan pemerintah pusat agar program hilirisasi kelapa dalam di Tanjabtim dapat berjalan optimal.
Dillah Hikmah Sari menyampaikan bahwa Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu daerah penghasil kelapa dalam yang membutuhkan penguatan industri pascapanen. Saat ini, daerah tersebut telah memperoleh alokasi program peremajaan atau replanting kelapa dalam seluas 5.000 hektare. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman yang selama ini mengalami penurunan akibat usia tanaman yang sudah tua.
Hilirisasi kelapa dalam diproyeksikan menghadirkan beragam industri pengolahan, mulai dari santan kelapa, nata de coco, pengolahan sabut kelapa, arang tempurung atau karbon, minyak goreng, hingga tepung kelapa. Selain itu, terdapat pula peluang pengembangan produk kayu pengganti berbahan batang kelapa yang dinilai memiliki pasar cukup luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
Menurut Dillah Hikmah Sari, pengembangan industri tersebut tidak harus seluruhnya berskala besar. Sejumlah produk turunan kelapa dalam dapat dikembangkan melalui industri kecil dengan kualitas yang tetap kompetitif. “Karena itu saya tadi ke Bappenas mengemukakan tekad itu agar pemerintah melalui Bappenas bisa memberikan dukungan, apalagi program hilirisasi ini kan sejalan dengan program Bapak Presiden, kami optimis rencana ini bisa direalisasikan,’’ kata Dillah.
Dillah Hikmah Sari berharap pemerintah pusat dapat mendorong masuknya investasi skala besar maupun menengah untuk mendukung hilirisasi kelapa dalam, termasuk pembangunan tanggul khusus perkebunan yang menyasar kebun-kebun kelapa milik masyarakat.
Upaya tersebut, menurut Dillah Hikmah Sari, telah diawali dengan langkah konkret melalui program pembangunan 1.000 kilometer tanggul. Dari target 200 kilometer per tahun, pemerintah daerah telah merealisasikan sepanjang 357,21 kilometer pada tahun pertama kepemimpinan Dillah Hikmah Sari bersama Muslimin Tanja.
“Kami berupaya memperkuat petani dengan memperbaiki tanggul, mendorong peremajaan dan menghadirkan industri menengah dan besar yang diharapkan menstimulasi UMKM-UMKM kita sehingga kelapa dalam sebagai salah satu produk unggulan kita bisa kita jadikan penopang kuat ekonomi masyarakat, kita juga sudah punya varietas unggul bersertipikat yang kita namai Varietas Zabak,’’ ungkap Dillah.
Terkait investasi, Dillah Hikmah Sari menegaskan pemerintah daerah siap memberikan berbagai kemudahan bagi investor yang masuk ke sektor hilirisasi kelapa dalam. Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan bahan baku tetap mengacu pada mekanisme pasar tanpa pendekatan intervensi. Investor didorong menjalin kerja sama dengan kelompok tani atau koperasi.
“Kita punya Koperasi Merah Putih yang mungkin bisa jadi mitra tripartit bersama petani dan pengusaha, silahkan saja sepanjang sesuai koridor aturan dan orientasinya saling menguntungkan,’’ tutup Dillah.











