Berita  

Komplek Candi Muaro Jambi Diusulkan Menjadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

CiciTvJambi.Com -Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong pengembangan kawasan Komplek Percandian Muaro Jambi sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tenaga Ahli Gubernur Jambi, Ir. H. Syahrasaddin, M.Si, dalam paparannya bertajuk “Mewujudkan Kepariwisataan Kawasan Komplek Candi Muaro Jambi sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru.”

Dalam penyampaiannya, Syahrasaddin menekankan pentingnya Komplek Candi Muaro Jambi sebagai aset berharga bagi Provinsi Jambi, bahkan Indonesia. Kawasan yang terletak di Kabupaten Muaro Jambi ini merupakan salah satu situs bersejarah terbesar di Asia Tenggara. Dibangun antara abad ke-7 hingga ke-13 Masehi, kompleks ini diperkirakan merupakan pusat pendidikan agama Buddha terbesar pada masanya, dan menyimpan warisan peradaban Sriwijaya serta Melayu Kuno.

Meski memiliki potensi luar biasa, kawasan ini dinilai belum berkembang optimal sebagai destinasi wisata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan regional. Syahrasaddin menyebutkan sejumlah keunggulan daya tarik wisata yang dimiliki Candi Muaro Jambi, mulai dari nilai sejarah dan budaya, lingkungan alam yang masih asri, aksesibilitas yang mudah dari Kota Jambi dan Bandara Sultan Thaha, hingga potensi sebagai wisata edukasi bagi pelajar dan peneliti.

Berita lainnya :  Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Pemerintah Perkuat Dukungan Pendampingan Bagi Perajin

Namun, berbagai tantangan masih harus diatasi. Di antaranya adalah keterbatasan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, fasilitas umum, transportasi dalam kawasan, serta minimnya akomodasi wisata yang ramah lingkungan. Di sisi lain, kesadaran masyarakat terhadap pelestarian budaya juga masih rendah, begitu pula ketersediaan sumber daya manusia yang terlatih di bidang kepariwisataan budaya.

Dalam upaya pelestarian dan penataan kawasan, Syahrasaddin menyampaikan pentingnya restorasi dan konservasi struktur candi sesuai kaidah arkeologi, pengaturan zonasi wisata yang tidak merusak situs, serta pengendalian pembangunan liar di sekitar kawasan cagar budaya.

Berita lainnya :  Pengukuhan Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa di Muaro Jambi, Al Haris Minta Daerah Lain Mengikuti

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal, melalui pelatihan pemandu wisata berbasis budaya, pembinaan usaha mikro seperti kerajinan tangan dan kuliner tradisional, serta pengembangan paket wisata yang mengangkat kearifan lokal.

Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kolaborasi multipihak antara pemerintah, BUMN, swasta, perguruan tinggi, dan komunitas budaya. Branding kawasan Candi Muaro Jambi sebagai “The Heritage of Melayu” ke pasar nasional dan internasional juga dinilai penting, termasuk melalui promosi digital dan kerja sama dengan agen perjalanan serta influencer wisata.

“Pengembangan kepariwisataan Komplek Candi Muaro Jambi memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Jambi. Dengan penguatan infrastruktur, pelestarian kawasan, dan pemberdayaan masyarakat, kita bisa menjadikan kawasan ini sebagai destinasi unggulan yang berkelanjutan dan berdaya saing,” pungkas Syahrasaddin.