CiciTvJambi.com, Aceh – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 meninggalkan dampak luas, termasuk terhadap dokumen pertanahan. Curah hujan tinggi menyebabkan banjir dengan ketinggian air mencapai 4 hingga 5 meter, disertai endapan lumpur setinggi 1 sampai 2 meter.
Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu instansi yang terdampak berat. Genangan air dan lumpur merendam hampir seluruh ruangan, termasuk ruang arsip yang menyimpan dokumen penting pertanahan.
Padamnya aliran listrik turut memperlambat proses penyelamatan. Ribuan dokumen tidak dapat segera dievakuasi saat banjir masih menggenangi kawasan perkantoran.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang, Evan Rahmaini, menegaskan arti penting dokumen yang terdampak. “Itu adalah bukti hak masyarakat. Kalau itu rusak atau hilang, yang terdampak adalah kepastian hukum warga,” ujar Evan Rahmaini.
Ketika akses mulai terbuka, Evan Rahmaini bersama jajaran staf meninjau langsung kondisi kantor. Lumpur menutupi lantai, rak arsip roboh, dan fasilitas kantor mengalami kerusakan signifikan.
Upaya penyelamatan arsip menghadapi tantangan berat. Selama dua pekan pascabencana, akses menuju kantor terputus total untuk kendaraan, sehingga mobilisasi hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki.
Tahap awal difokuskan pada pemetaan kondisi arsip. Strategi evakuasi disusun untuk menentukan prioritas dokumen yang harus dipindahkan terlebih dahulu.
Melihat keterbatasan lokasi di Aceh Tamiang, evakuasi arsip dilakukan ke wilayah terdekat yang relatif lebih aman. Arsip dipindahkan ke Kabupaten Langkat, Kota Langsa, dan Kota Banda Aceh.
Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh, Arinaldi, menyebut proses restorasi arsip mulai berjalan dengan dukungan akademisi. “Sebagian arsip telah berhasil dibersihkan, yakni sekitar 10% atau kurang lebih 1,9 meter linier hingga hari ini. Selanjutnya, arsip tersebut akan difokuskan oleh para Taruna/i STPN yang saat ini sedang melaksanakan KKNP-PTLP dalam rangka restorasi arsip pascabencana di Kabupaten Langkat,” tutur Arinaldi.
Sebanyak 30 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional terlibat langsung dalam proses pemulihan arsip. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Pertanahan.
Di tengah keterbatasan sarana dan kondisi fisik kantor, Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang tetap berupaya menjaga keberlanjutan pelayanan. Aktivitas layanan publik secara bertahap kembali dibuka melalui lokasi sementara.
Pemulihan arsip pertanahan dinilai sebagai langkah krusial dalam menjaga kepastian hukum hak atas tanah masyarakat. Pemerintah menargetkan proses restorasi berjalan berkelanjutan hingga seluruh dokumen terdampak dapat diselamatkan. (*)
Strakom Kantah Tanjung Jabung Barat
#KementerianATRBPN #MelayaniProfesionalTerpercaya #MajuDanModern #MenujuPelayananKelasDunia
Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional
X: x.com/kem_atrbpn
Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/
Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN
Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN
TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn
Situs: atrbpn.go.id
PPID: ppid.atrbpn.go.id
WhatsApp Pengaduan: 0811-1068-0000







