CiciTvJambi.com – Puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi mengikuti qiamul lail bersama Gubernur Jambi Al Haris di Masjid Agung Al Falah pada malam ke-23 Ramadhan, Jumat dini hari (13/3/2026). Kegiatan itu digelar sebagai upaya memperkuat spiritualitas aparatur pemerintahan di tengah momentum sepuluh malam terakhir bulan suci.
Peserta kegiatan berasal dari kalangan pejabat eselon II dan III di lingkup Pemprov Jambi. Sejak dimulai sekitar pukul 01.00 WIB, suasana khusyuk tampak mewarnai seluruh rangkaian ibadah yang berlangsung hingga menjelang waktu sahur.
Agenda diawali dengan tausyah, kemudian dilanjutkan shalat sunnah tasbih, shalat tahajud berjamaah, serta zikir dan doa bersama. Seluruh rangkaian ibadah itu menjadi bagian dari ajakan memperkuat kedekatan spiritual sekaligus memperdalam makna Ramadhan bagi para pejabat daerah.
Dalam arahannya, Al Haris menegaskan qiamul lail bukan sekadar ibadah malam, tetapi juga momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, terutama bagi aparatur yang memikul tanggung jawab melayani masyarakat. Al Haris menilai Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
“Kalau istilahnya di sepak bola, sepuluh malam terakhir Ramadhan itu sama dengan final, sepuluh malam awal babak penyisihan, sedangkan sepuluh malam pertengahan semi final,” umpama Al Haris.
Al Haris juga berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran spiritual di kalangan aparatur pemerintah. Menurut Al Haris, nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keikhlasan harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui qiamul lail ini kita berharap hati kita semakin bersih, iman semakin kuat, dan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat kita selalu diberikan petunjuk oleh Allah SWT,” ujarnya.
Selain itu, Al Haris mengajak para pejabat menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbanyak amal ibadah sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan pemerintahan. Harapannya, para pejabat tidak hanya kokoh dalam menjalankan tugas administratif, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual yang menjadi pijakan dalam setiap pengambilan kebijakan.











