Cicitvjambi.com – Calon Gubernur Jambi Al Haris Akhirnya mengklarifikasi soal Jam tangan dan sepatu mewah yang sempat viral, Melalui lama Instagram pribadinya (alharisjambi), Al Haris mengungkapkan, bahwa jam tangan yang sering digunakan ia beli di Jalan Surabaya, Jakarta.
“Mau tau rahasianya, saya itu selalu beli jam dan sepatu di Jalan Surabaya, Jakarta. Di situ harga jam seperti yang saya pakai Rolex ini, kalau tanya berapa pasarannya ratusan juta. Kalau beli di Gang Surabaya harganya Rp 2,5 juta,” ungkap Al Haris.
“Tidak mungkin saya beli jam mahal, kalau ada orang memuji jamnya bagus banget, kalau dia mau jam ya, saya berikan jam saya,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan, jika sepatu yang sering digunakannya juga beli di Jalan Surabaya Jakarta.
“Sepatu yang sering saya gunakan kalau di pasaran Rp 12-14 juta, nah kalau saya beli di sana Rp 1,5-2 juta. Kalau tidak yakin silahkan berkunjung ke jalan Surabaya,” ungkap Al Haris lagi.
Sementara itu, salah satu pengusaha yang bergerak di bidang fashion di Jambi mengatakan, jalan Surabaya yang dimaksud Al Haris adalah salah satu jalan yang berada di Kawasan Cikini-Menteng, sepanjang jalan tersebut memang berjejer toko yang menjual barang bekas, namun tidak menjual barang seperti yang disebut Al Haris.
“Betul, di jalan Surabaya Jakarta itu banyak toko barang bekas. Tapi itu semacam pasar yang khusus menjual barang barang antik. Memang ada beberapa barang seperti jam tangan, tapi itu kolektor item, artinya jam tangan yang langka. Bukan jam tangan keluaran terbaru di toko retail,uda ipul menuturkan.
“Jadi, kalau klarifikasinya menyatakan beli barang tersebut di Jalan Surabaya, sepertinya tidak dibeli di sana, karena memang di jalan surabaya itu tidak menjual barang seperti itu”.
Pengamat ekonomi kreatif Provinsi Jambi Dr. Nofiardi menyoroti hal lain yang disebut Al Haris dalam klarifikasinya. Menurutnya, tidak mungkin brand yang lagi viral itu harganya 1,5juta hingga 2,5juta, kecuali yang dipakai itu barang imitasi atau sering disebut dengan KW.
“Untuk brand brand itu, tidak mungkin harganya segitu, kecuali itu barang KW. Jika Gubernur memakai barang KW dan diberikan ke warga, saya kira ini contoh buruk ya untuk industri kreatif di Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi”.
Dr nov menjelaskan, jika memang niatnya berbagi kepada masyarakat, ada banyak sekali produk lokal yang harganya di bawah itu dan sangat layak untuk diberikan ke masyarakat. Mulai dari jam tangan, sepatu, hingga baju.
“Kalau memakai barang KW dan diberikan ke masyarakat, kita patut mempertanyakan komitmen Gubernur terhadap industri kreatif nasional. Presiden saja memakai produk lokal, masa Gubernur memakai produk KW”. Pungkas Dr nof.











